Agustusan, meriah maknanya
Hari merdeka, nusa dan bangsa.
Hari lahirnya bangsa Indonesia.
M E R D E K A !
Sepenggal lirik lagu HariMerdeka karya Sayyid Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar atau yang lebih dikenal dengan nama H. Mutahar pasti sering kalian dengar selama bulan Agustus ini. Lagu ini diciptakan pada tahun 1946 saat Indonesia dikepung Belanda pada Agresi Militer Belanda 2. Lagu ini diciptakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas kemerdekaan yang berhasil diraih oleh Indonesia setelah perang selama 350 tahun melawan Belanda dan 3,5 tahun melawan Jepang.
Selain lagu Hari Merdeka, yang menjadi ciri khas dari bulan Agustus adalah lomba-lomba. Di kampung, di sekolah dan dimana-mana semua orang memeriahkan hari lahirnya bangsa Indonesia dengan lomba. Lomba agustusan ini baru diadakan pada tahun 1950, 5 tahun setelah Indonesia merdeka. Rakyat ingin memeriahkan kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan, karena itulah diciptakan lomba-lomba Agustusan.
Tahukah kalian bahwa presiden pertama RI yaitu Ir. Soekarno adalah salah satu tokoh yang sangat antusias dengan lomba Agustusan loh. Kalau presiden aja antusias, masa sih kalian enggak? 😌
Lomba Agustusan bukan hanya hura-hura tapi juga ada sejarah dan maknanya. Apa saja?
1. Lomba Panjat Pinang
Awal mulanya diadakan oleh orang Belanda dengan menggantung hadiah-hadiah di atas pohon pinang. Lalu pribumi akan memanjat pohon tersebut untuk memperebutkan hadiahnya sedangkan orang-orang Belanda akan menonton dan menertawakannya. Tapi itu dulu.
Sekarang lomba panjat pinang digunakan untuk menguji kerjasama, kekompakan, dan kecerdasan tim dalam memanjat pohon pinang yang licinnya masyaallah. 😮
2. Lomba Balap Karung
Karena jaman dulu adalah jaman susah, banyak rakyat Indonesia yang menggunakan karung goni untuk pakaian sehari-hari. Lomba ini mengingatkan kita untuk hidup sederhana dan bersyukur dengan apa yang dimiliki.
Walaupun begitu, lomba ini bukanlah lomba yang sederhana. Lutut, kaki, dan tanganlah yang jadi taruhannya. Tibo ngglundhung kesrimpet karung... babak bundhas lah hadiahnya. 😂
3. Lomba Makan Krupuk
Lomba ini menyimbolkan kesederhanaan sama dengan lomba balap karung. Karena krupuk adalah makanan rakyat yang murah dan mudah didapat di saat-saat terburuk sekalipun .
Variasi lomba ini sering dilakukan dengan menambahkan kecap manis pada krupuk, sehingga muka peserta akan cemong-cemong penuh tetesan kecap manis saat beradu cepat melahap krupuk. Bagaimana ya jika kecapnya diganti dengan sambal kecap level 15...😋
Sekolah kita tidak ketinggalan memeriahkan agustusan kali ini, berbagai lomba dihelat selama 2 hari mulai 15-16 Agustus dan ditutup dengan upacara bendera keesokan harinya. Keseruannya diabadikan dalam foto-foto di bawah ini. Salam Literasi. (yth)
NB : Masih menjadi misteri makna dan sejarah lomba lari kelereng. Untuk kalian yang tahu, komen di bawah ya ...
![]() |
| Lomba Makan Krupuk siswa kelas 2 |
![]() |
| Lomba Lari Bendera |
![]() |
| Berkumpul di lapangan sebelum jalan sehat |
![]() |
| Bapak Kepala Sekolah dan hadiah utama |
![]() |
| Wajah-wajah penuh pengharapan menang undian |
![]() |
| Petugas dan peserta upacara bendera HUT Republik Indonesia ke-77 berfoto bersama setelah upacara |







.jpg)

Fotoku mana?
BalasHapusmeriah sekali, semoga pw2 selalu jaya
BalasHapusdi kampungku biasanya makan bakso kelereng
BalasHapushihihi...DARRRRRRRRR....dengarkanlaahhh
BalasHapus