FLS2N, Apa yang Mereka Perbincangkan di balik Punggung Kita!

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional atau lebih dikenal dengan FLS2N adalah lomba seni antar siswa sekolah negeri maupun swasta yang diadakan setiap tahun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Sekolah kita berkesempatan menjadi tuan rumah FLS2N tingkat kecamatan Blimbing yang diadakan pada hari Selasa (20/2) lalu. Menyanyi tunggal, kriya, tari, seni lukis, dan pantomim adalah cabang lomba yang dipertandingkan pada hari itu.

Ramailah lapangan dan ruang-ruang kelas dengan siswa-siswi pilihan dari berbagai sekolah dasar negeri dan swasta di kecamatan Blimbing. Tahukah kalian apa yang para delegasi dan guru pembimbing bicarakan tentang sekolah kita? Berikut beberapa hal yang berhasil penulis himpun dari desas-desus dan ceritane mbok bakul sinambi wara 👀

  • Lengkapnya fasilitas belajar mengajar di kelas-kelas
Beberapa guru dari sekolah yang sengaja disembunyikan identitasnya sempat bertanya pada guru berinisial RACN apakah setiap kelas benar-benar dilengkapi dengan alat pencetak (printer) seperti yang terdapat di kelas lima. Guru berinisial RACN menjawab tidaklah di setiap kelas, tetapi satu alat pencetak dipakai untuk dua kelas pararel. Sayangnya guru-guru tersebut terlanjur kagum dengan fasilitas di kelas lima dan berharap bahwa suatu saat sekolah mereka bisa mendapatkan fasilitas yang serupa. Ibu guru berinisial RACN hanya bisa menjawab bahwa sejatinya semuanya adalah sawang sinawang, ada keunggulan dan kelemahan masing-masing.  Dan kiranya jawaban ibu guru RACN inilah yang kemudian dikenal dengan pepatah "Merendah di atas Bukit". 
  • Lapangan sekolah 
Tidak semua sekolah memiliki lapangan yang luas dan memadai. Banyak sekolah yang hanya memiliki lapangan sempit berhias rumput-rumput nan liar. Kita harus bersyukur memiliki lapangan luas dan sudah di cor menggunakan semen dan batu yang mampu menerbitkan pujian "wih, apik yo lapangane"  dari beberapa delegasi yang hadir. Memang lapangan sekolah masih bercat belang bonteng tetapi masihlah ia sedap dipandang. Karena itu jagalah lapangan sekolah kita. Jangan membuat garis bidang permainan Gobak Sodor dengan batu bata yang bisa merusak lapangan. Jangan memukul-mukul lapangan dengan benda keras. Jangan mencukili lapangan yang koyak dengan ujung sepatu kalian, lebih baik mengambil semen dan air lalu menambalnya. (yth)

Ingat ya anak-anak, guru-guru kalian sudah sudah susah payah menambal lapangan.
OJOK MBOK CUKILI !




Komentar

Posting Komentar

Terima kasih, sering-sering membaca di web perpustakaan yaaa .. Salam Literasi

Postingan Populer